Tuesday, October 16, 2018

Cara Membuat Frozen Yogurt




Jual Culture Yogurt
087875885444

Frozen yogurt merupakan jenis yogurt dibekukan dalam suhu rendah sehingga bentuknya mirip dengan ice creame. Untuk membuat  frozen yogurt dibutuhkan mesin es krim atau alat sederhana berupa blender. 

Cara membuat frozen yogurt adalah sebagai berikut:
1)      Campurkan 1 gelas air, 2 gelas plain yogurt (yogurt tawar), dan 1 ons  strowberi beku ke dalam blender. Nyalakan blender pada kecepatan tinggi hingga halus. Jenis buah dapat dipilih sesuai yang kita kehendaki atau dapat digantikan dengan menggunakan essence atau ditambahkan pemanis (gula pasir).
2)      Tambahkan 2 cangkir plain yogurt, 1 cangkir stroberi beku, dan 1 cangkir sirup strowberi ke dalam blender. Nyalakan kembali blender pada kecepatan tinggi sampai semua bahan halus dan tercampur rata.
3)      Jika dikhendaki, tambahkan air untuk mengencerkan campuran. Aduk perlahan, setelah tercampur secara bertahap tambahkan beberapa potong es batu sampai blender menjadi penuh atau sudah mencapai kekentalan yang diinginkan.
4)      Sajikan frozen yogurt langsung dari blender, atau Anda bisa memasukkannya ke dalam wadah kedap udara dan simpan di dalam freezer terlebih dahulu.

Peluang Bisnis Nata De Cassava





 Jual Bakteri Acetobacter xylinum (Bibit Nata)
Telp. 087875885444

Nata de cassava adalah nata yang terbuat dari singkong. Nata adalah produk hasil fermentasi mengandung karbohidrat dan nutrisi lainnya oleh bakteri Acetobacter xylinum sehingga terbentuk selulosa menghasilkan bahan berupa jel, kenyal berwarna putih. Nata umumnya dibuat sebagai campuran minuman sirup kemasan. Umumnya orang lebih mengenal nata de coco atau sari kelapa daripada nata dari bahan baku yang lain. Beberapa produk minuman nata yang telah banyak beredar di pasaran adalah wong coco, inaco, garuda food, santan kara, dan berbagai produk nata skala home industri. Permintaan produk nata de coco sangat besar, karena nata de coco merupakan produk dengan pemasaran yang sangat luas baik domestik maupun manca negara. Namun, produsen minuman nata de coco saat ini masih terkonsentrasi di Jawa, dan Sumatera. Sedangkan daerah lain yang juga penghasil kelapa, air kelapa nya masih belum termanfaatkan, bahkan menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Khususnya di daerah Jawa, air kelapa sebagai bahan baku nata de coco bersaing cukup ketat antara produsen nata de coco. Oleh karena itu, banyak produsen nata mulai mencari bahan baku alternatif untk membuat nata yang ketersediaannya melimpah, mudah mendapatkannya dan harganya murah. Nata de cassava yang merupakan nata berbahan baku singkong mampu menjawab kekurangan bahan baku air kelapa di daerah Jawa. Di Indonesia, singkong merupakan komoditas pertanian yang melimpah, dan harganya cukup murah. Pengembangan industri nata de cassava akan membantu daya serap komoditas singkong di Indonesia khususnya pada saat panen raya. Pada saat panen raya singkong, harga singkong sangat murah, sehingga para petani seringkali mengeluh.
Bagi yang tertarik berwirausaha nata de cassava penting sekali untuk mempelajari bagaimana teknik produksinya. Secara umum tahapan proses produksi nata de cassava adalah sebagai berikut: pengupasan singkong; pencucian, pemarutan, pengenceran, perendaman, perebusan I, pendinginan, penyaringan, perebusan II, fermentasi, pemanenan, pengolahan. Untuk memproduksi nata de cassava dapat menggunakan formulasi  sebagai berikut: larutan singkong 50 liter, ZA 180 gr, Asam asetat 120 ml, enzim alfa-amylase 2,5 ml, enzim  beta-amylase 1,5 ml. Urutan proses pembutan nata de cassava adalah sebagai berikut:
1.      Pengupasan
Singkong yang telah ditimbang, kemudian dikupas dengan menggunakan pisau. Kemudian singkong yang telah dikupas ditampung dalam ember yang berisi air agar tidak terjadi penambahan asam sianida yang menyebabkan warna singkong menjadi biru dan berasa pahit.
2.      Pencucian
Singkong yang telah dikupas, kemudian dicuci hingga bersih dengan menggunakan air yang mengalir.
3.      Pemarutan
Proses pemarutan dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut. Proses pemarutan dengan menggunakan mesin pemarut lebih efesien dan lebih cepat.
4.      Pengenceran Dan Perendaman
Singkong yang telah diparut kemudian diencerkan dengan penambahan air bersih kurang lebih 10 liter per 1 Kg umbi singkong yang telah dikupas.
5.      Perebusan I
Setelah itu, rebus dengan menggunakan panci stainless 50 liter. Tambahkan enzim αlfa-amilasi sebanyak 5-10 ml. Kemudian lakukan pengadukan sampai merata. Setelah mendidih, larutan diangkat kemudian pada saat proses pendinginan mencapai suhu kurang lebih 60-65˚C ditambahkan enzim beta-amylase sebanyak 5-10 ml, biarkan sampai dingin kurang lebih 8-10  jam.
6.      Penyaringan
Setelah larutan menjadi dingin lakukan penyaringan dan pemerasan/pengepresan dengan menggunakan kain atau menggunakan alat pengepres mekanik. Air larutan tersebut dibiarkan 2-3 hari supaya asam.
7.      Perebusan II
Larutan sebanyak 50 liter yang telah disaring dan dipisahkan ampasnya, kemudian direbus lagi. Kemudian tambahkan asam asetat (jika diperlukan untuk menurunkan pH hingga 3-4). Setelah mendidih tambahkan ZA (ammonium sulfat) sebanyak 200 gram.
8.      Fermentasi
Setelah larutan mendidih, susun nampan yang telah ditutup koran pada rak. Kemudian buka bagian salah satu bagian ujung nampan, tuangkan larutan ke dalam nampan kemudian ditutup kembali dan diikat dengan tali karet ban, disusun di rak sebagaimana dalam proses produksi nata de coco seperti di atas, kemudian diinokulasi dengan penambahan bibit Acetobacter xylinum sebanyak 10 % atau kurang lebih 100-120 ml, kemudian tutup kembali dan biarkan selama kurang lebih 7-9 hari. Pada hari ke-8 atau ke 9 nata de cassava dapat dipanen. Kemudian ditampung dengan menggunakan drum plastik dan direndam dalam air. Lakukan perawatan dengan melakukan penggantian air  setiap 4 hari sekali.

Mengolah Nanas Menjadi Nata De Pina







Jual Bibit Nata (Acetobacter xylinum)
Telp. 087875885444


Nanas merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia. Nanas merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di berbagai tempat di Indonesia. Bahkan produksinya menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Data BPS menunjukkan produksi nanas Indonesia tahun 2010 sebesar 1.406.445 ton naik menjadi 1.540.626 ton pada tahun 2011 dan mencapai 1.781.899 ton di tahun 2012.  Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, nanas telah banyak diolah menjadi produk kemasan diantaranya selai nanas, sirup nanas, dodol nanas, dan lain-lain. Perkebunan nanas, banyak dijumpai di Lampung, Jawa, Kalimantan, dan lain-lain.
Industri pengolahan nanas menghasilkan limbah berupa padatan yaitu kulit atau ampas dan limbah cairan. Limbah dari batang tanaman nanas dapat diproses menghasilkan enzim bromelin. Sedangkan limbah mill juice dari perasan kulit dan tongkol daging nanas dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain itu mill juice dari perasan kulit dan tongkol daging nanas juga dapat diolah menjadi nata de pina. Namun, jika tidak bertujuan mengatasi limbah industri pengolahan nanas, proses pembuaatan nata de pina dapat pula menggunakan daging nanas segar sebagai bahan baku utama.
Buah nenas mempunyai kadar air tinggi, tidak terdapat senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembentuk nata, dan mengandung nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri tersebut dan pellikel nata. Buah nenasa yang kandungan karbohidrat sekitar 13% yan terdiri dari beberapa gula tunggal, misalnya glukosa 1,3-2% fruktosa 0,6-2,3%, sangat baik untuk digunakan sebagai bahan pembuat nata . Nata yang dibuat dari sari buah nenas ini disebut nata de pina. Pengolahan nata de pina akan menambah daya simpan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis nenas.

Bahan
-         Nenas
-         Gula pasir
-         Asam cuka
-         Air
-         Cairan bibit atau kultur murni nata (diperoleh dari ampas nenas)
-         Sebagai alternatif bisa ditambahkan amonium phosfat (sumber nitrogen)

Peralatan
-         Timbangan
-         Baskom
-         Kain saring
-         Blender
-         Pisau
-         Talenan
-         Kompor
-         Panci
-         Pengaduk
-         Nampan
-          Timbangan
-         botol sirup untuk pengembangbiakan bibit

Proses Pembuatan Nata De Pina
1.      Buah nenas yang sudah matang dikupas dan diccuci hingga bersih kemudian dibelah dan dipotong kecil-kecil. Potongan-potongan ini dihancurkan dengan blender, selanjutnya disaring dengan kain saring. Hasil saringan didiamkan selama satu jam untuk mengendapkan padatan yang masih ada, kenudian filtrat diambil.
2.      Sari buah nenas yang diperoleh lalu ditimbang gula 100 g/lt sari buah untuk memperoleh sari buah yang manis. Dapat juga ditambahkan amonium phosfat 5 g/lt sari buah. Tingkat keasaman dari sari buah diatur dengan penambahan asam cuka sampai pH 4,5.
3.      Selanjutnya larutan tadi dimasak pada suhu 90oC selam 15-20 menit. Dalam keadaan panas, sari buah dimasukkan kedalam botol steril, kemudian ditutup rapat menggunakan alat penutup botol. Botol yang berisi buah nenas disterilisasikan pada suhu 100 oC selama 30 menit, kemudian dinginkan.
4.      Pembuatan starter. Starter dibuat dari kultur yang terbaik dan murni (tidak terkontaminasi baik jamur atau bakteri lain)
5.      Pembuatan nata de pina
6.      Sari buah nenas diinokulasi dengan bakteri starter pada suhu terbaik 30 oC selama 8 hari. Selama inkubasi, wadah ditutup rapat dengan kertas, dan diikat dengan karet.
7.      Setelah berlangsung selama 8 hari, sari buah nenas akan menggumpal dan membentuk lapisan jel berupa selulosa (nata). Nata kemudian dipotong kecil-kecil ukuran 1 x 1 cm2, selanjutnya ditiriskan dan direndam dalam air bersih selam 2-3 hari untuk menghilangkan asamnya. Selanjutnya potongan tadi direbus selama 30 menit untuk menghilangkan sisa-sisa asam dan aroma yang tidak sedap yang belum hilang dengan perendaman, lalu  ditiriskan.
8.      Untuk menghasilkan nata de pina yang manis dan memperpanjang daya simpannya, potongan nata tersebut direndam dalam larutan gula selama 24 jam supaya gula meresap kedalamnya, kemudian dipanaskan sampai semua gulanya larut.
9.      Selanjutnya potong-potangan nata tersebut dikemas dengan larutan sirup berbagai rasa.

Bioteknologi Pakan Ternak









Jual Aspergillus niger
Telp. 087875885444

Aspergilus niger adalah fungi dari filum ascomycetes yang berfilamen, mempunyai hifa, spora berwarna hitam. Aspergilus niger biasanya diisolasi dari tanah, sisa tumbuhan, atau udara di dalam ruangan. Koloninya berwarna putih pada Supaya Dekstrosa Kentang (PDA) 25 °C dan berubah berubah hitam saat/ketika konidia dibentuk. Kepala konidia dari Aspergillus niger berwarna hitam, bulat, cenderung memisah berubah bagian-bagian yang lebih longgar seiring dengan bertambahnya umur (wkipedia). Jamur Aspergillus niger tak sedikit digunalan sebagai model fermetasi dalam industri makanan, farmasi, produksi pakan ternak dan lain sebagainya.
Manfaat penggunaan Aspergillus niger dalam fermentasi produksi pakan ternak adalah menambah penyerapan fosfor (P), menambah kecernaan protein, menambah penyerapan unsur Ca, Fe dan Zn. Tidakhanya itu Aspergillus niger juga bisa menambah kandungan protein dan menurunkan kadar serat kasar yang terdapat pada limbah agroindustri bagai onggok, kleci, dedak dan sebagainya.

Cara Fermentasi Pakan Ternak Menggunakan_dengan Aspergillus niger :
a). Alat dan bahan :
1)      Ember berkapasitas besar
2)      Jagung 40 kg
3)      Menir kedelai 30 kg
4)      Onggok 15 kg
5)      Kleci 15 kg
6)      Urea 1 kg
7)      100 gram Aspergillus niger
8)      Air hangat 8 liter
b). Petunjuk membikin :
1)      Campurkan semua bahan dan aduk sampai-pada tercampur rata
2)      Apabila telah tercampur rata, masukkan bahan-bahan tersebut kedalam ember besar
3)      Masukkan 8 liter air hangat yang telah disediakan, aduk hinggarata dan biarkan beberapa menit
4)      Sehabis dingin masukkan 100 gram Aspergillus niger dan 1 kg urea
5)      Selanjutnya aduk hinggatercampur rata dan ember ditutup rapat
6)      Simpan ditempat teduh dalamwaktu 3 hari
7)      Fermentasi berakhir dan pakan siap untuk diberikan pada ternak sapi

Dengan fermentasi menggunakan_dengan Aspergillus niger ini, kandungan protein meningkat dari 13,88% berubah 18,08%. Kandungan serat kasar menurun dari 12,35% berubah 9,96%.

Peluang Menjanjikan Bisnis Kecap Kedelai




https://i2.wp.com/www.infopeluangusaharumahan.com/wp-content/uploads/2017/11/Cara-Membuat-Kecapp.jpg?resize=510%2C584



Jual Starter Aspergillus sojae, Aspergillus oryzae
Telp. 087875885444




Kecap adalah salah satu bumbu masakan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia dan seluruh dunia. Kecap merupakan produk olahan kedelai baik kedelai kuning atau hitam dengan proses fermentasi sehingga dihasilkan produk kecap dengan cita rasa yang nikmat. Produk kecap sudah sangat populer di seluruh dunia sebagai pelengkap bumbu masakan semenjak dahulu. Tanpa kecap, masakan menjadi terasa kurang sedap. Oleh karena itu kecap banyak dicari oleh konsumen rumah tangga, kuliner, atau industri makanan. Diantara kuliner yang umum menggunakan produk kecap antara lain sate, ayam bakar, ikan bakar, jejamuran, soto, bakso, dan lain-lain.  
Potensi pasar produk kecap sangat besar, sehingga banyak produk-produk kecap impor berdatangan dari luar negeri melihat pasar di Indonesia begitu besar, hal ini bias kita lihat beragamnya produk kecap yang ada di pasaran dari produk lokal hingga produk impor. Saat ini, produk kecap yang beredar di pasaran Indonesia masih di dominasi oleh produk perusahaan besar seperti kecap cap Bango (PT Unilever), kecap ABC (PT Heinz ABC), Kecap Nasional (PD Sari Sedap Indonesia), PT Indofood Sukses Makmur dengan label Kecap Indofood. Persaingan produk kecap di Indonesia cukup ketat, terutama pemain-pemain besar.
            Bisnis kecap masih memiliki prospek yang cukup bagus. Peluang untuk memulai bisnis kecap sangat terbuka lebar baik skala home industri atau industri besar. Untuk memulai bisnis kecap maka hal terpenting yang harus dikuasai adalah aspek pemasaran dan aspek teknik produksi. Untuk memulai bisnis kecap harus menentukan terlebih dahulu segmen pasar, stategi pemasarannya, serta kompetitor-nya. Teknik produksi membuat kecap dengan kualitas yang bagus adalah sangat penting. Berbagai produk kecap kedelai dengan kualitas bagus mampu merebut pasar yang luas meskipun harganya cukup mahal. Beberapa jenis produk kecap yang banyak beredar di pasaran dengan harga relatif murah umumnya menggunakan bahan baku molases (tetes tebu) atau sari kedelai. Untuk membuat produk kecap kedelai caranya cukup sederhana adalah sebagai berikut:
a. Bahan Untuk Membuat Kecap Kedelai


1. 1 Kg kedelai (bisa kedelai hitam ataupun putih)
2. 800 gram garam dilarutkan dengan 4 liter air
3. 3 gram ragi kecap (Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae)
4. 1 1/2 liter air bersih
5. 6 Kg gula merah
6. 2 lembar daun salam
7. 1 lembar daun jeruk
8. 1 batang serai
9. 1 sdt pokak yang telah dihaluskan
10. 1/4 potong laos yang telah dihaluskan

b. Cara Membuat Kecap Kedelai


1. Siapkanlah 1 kg kedelai untuk membuat kecap dan pilihlah kedelai dengan kualitas terbaik untuk menghasilkan kecap dengan kualitas terbaik juga.


2. Cucilah kedelai yang telah anda siapkan sampai bersih, selanjutnya rendamlah selama 1x24 jam. Hal ini bertujuan agar kedelai menjadi lunak dan kulit arinya mudah terlepas.


3. Selanjutnya rebuslah kedelai hingga mendidih. Hal ini juga bertujuan agar kulit ari kedelai mudah terlepas.


4. Lalu bilaslah kedelai dengan air bersih sambil diremas-remas dan pastikan semua kulit kedelai telah terlepas.


5. Selanjutnya tiriskanlah di tempat yang berpenampang lebar hingga kedelai benar-benar dingin. Dan pastikan kedelai telah benar-benar dingin sempurna agar setiap jamur tempe yang kita tebarkan tidak mati.


6. Berikutnya taburkan jamur tempe ke kedelai yang sedang ditiriskan sambil diaduk agar jamur tempe tercampur rata ke seluruh kedelai.


7. Selanjutnya simpanlah kedelai yang telah di campur jamur tempe ke ruangan yang bersuhu 25-30 derajat Celcius. Lakukan penyimpanan ini selama 3 hingga 5 hari.


8. Setelah kedelai yang telah kita simpan ditumbuhi jamur tempe, anda bisa menambahkan larutan garam sebanyak 800 gram yang dicampur dengan 4 liter air bersih. Lalu diamkanlah adonan kecap ini selama 3-4 minggu pada suhu ruangan.

9. Setelah didiamkan selama 3-4 minggu (maksimal 2 bulan), lalu tuangkanlah air bersih. Rebuslah campuran ini hingga mendidih kemudian saringlah dengan kain penyaring.

10. Rebuslah kembali hasil saringan adonan kecap tadi kemudian tambahkan bumbu dari nomor 5 sampai nomor sepuluh. Lakukan adukan perlahan agar gula merah mencair dan bahan-bahan lain juga tercampur merata.

11. Untuk penambahan gula merah tergantung dari kebutuhan kita. Jika anda ingin membuat kecap manis maka anda membutuhkan 2 kg gula merah untuk setiap liter sari adonan kecap yang direbus kembali pada langkah nomor 10. Jadi jika anda merebus 2 liter sari adonan kecap berarti anda membutuhkan 4 kg gula merah dan berlaku kelipatannya.

12. Sedangkan jika anda ingin membuat kecap asin maka anda hanya membutuhkan 2,5 ons gula merah untuk setiap liter sari adonan kecap yang direbus kembali. Berlaku untuk kelipatannya.


13. Proses perebusan adonan kecap dihentikan  bila adonan kecap sudah mendidih dan tidak ada buih lagi. Lalu saringlah menggunakan kain saringan.


14. Kecap pun sudah siap untuk di konsumsi dan di jadikan bumbu penyedap dalam setiap masakan anda.

Mengolah Singkong Menjadi Glukosa



Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase
Telp. 087875885444 


Indonesia adalah salah satu negara penghasil singkong yang cukup besar di dunia. Indonesia memiliki berbagai macam varietas jenis singkong dengan kualitas yang cukup bagus. Singkong telah banyak diolah menjadi berbagai macam produk diantaranya adalah; tapioka, mocaf, nata de cassava, bioetanol, gula cair (glukosa), pakan ternak, aneka makanan camilan. Produksi singkong hampir tersebar di seluruh Indonesia. Potensi komoditas singkong sebagai bahan baku industri harus terus dikembangkan. Penemuan teknologi proses mengolah singkong menjadi gula cair berupa glukosa merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, serta akan mengurangi ketergantungan gula impor. Gula merupakan salah satu kebutuhan mendasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri yang terus berkembang. Permintaan gula semakin meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan produksi gula yang umumnya didominasi gula tebu, produktifitasnya semakin menurun. Sehingga perlu dicarikan alternatif gula subtitusi yang ketersediaan bahan baku nya melimpah dan efesien.
Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut jugadekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO).
Secara umum, proses pembuatan gula cair  terdiri atas dua tahap yaitu: tahap likuifikasi dan sakarifikasi dengan menggunakan enzim. Likuifikasi merupakan pemecahan pati menjadi dekstrin dengan bantuan enzim alfa-amilase.Sedangkan sakarifikasi berupa penguraian dekstrin menjadi glukosa dengan enzim amiloglukosidase.Pada tahap likuifikasi, tapioka dicampur air dengan perbandingantiga liter air 1 Kg tapioka, sambil diaduk rata tambahkan1 ml enzim alfa-amilase per kg pati tapioka, panaskan pada suhu 95-105 oC. Tingkat keasaman larutan juga dipertahankan pada pH 6,0-6,5.
Proses selanjutnya adalah sakarifikasi yang berlangsung selama 76 jam yaitu dengan mendinginkan media larutan hingga suhu 60oC, kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Arang aktif mampu mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan kotoran-kotoran yang terdapat dalam gula cair.Selain itu arang aktif berfungsi menghentikan aktivitas enzim.Setelah itu lakukan penyaringan untuk memisahkan gula cair dengan karbon aktif dan endapan kotoran. Penyaringan bertujuan menghasilkan gula cair dengan tingkat kejernihan 93%.Bila belum tercapai, ulangi kembali penyaringan.
Tahap terakhir adalah evaporasi.Produsen memasukkan gula cair yang telah melewati tabung penukar ion itu ke dalam evaporator untuk meningkatkan kemurnian gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC. Indikasi evaporasi selesai ketika gula cair berhenti menetes dari pipa evaporator. Dengan pemurnian itu kadar kemanisan gula cair meningkat, semula 30-36o briks menjadi 60-80o briks.
Tahapan Proses Membuat Gula Cair Bahan Baku Singkong
1.      Larutkan tepung tapioka dalam air dengan perbandingan 1 : 3.
2.      Panaskan pada suhu 95-105oC dan tambahkan 0,8 ml enzim alfa-amilase per kg pati sembari diaduk rata.
3.      Setelah mendidih, turunkansuhu larutan hingga bersuhu 60oC. Kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Diamkan larutan selama 76 jam hingga menjadi cairan gula.
4.      Tambahkan 0,5-1% arang aktif per kg pati ke dalam gula cair untuk mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan pati, serta menghentikan aktivitas enzim.
5.      Lakukan penyaringan larutan untuk memisahkan gula cair dari karbon aktif dan kotoran sehingga tingkat kejernihan gula 93%. Bila belum tercapai, ulangi kembali pemucatan dan penyaringan.
6.      Alirkan gula cair melalui tabung berisi penukar ion untuk mengikat dan memisahkan ion-ion logam dan kotoran dalam gula cair. Tabung penukar ion terdiri atas 3 tabung masing-masing berisi resin kation, kation, dan campuran anion dan kation.
7.      Evaporasi gula ke dalam evaporator untuk meningkatkan kadar gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC.

 

Jual Formula Bio-Mocaf









Telp. 087875885444

Spesifikasi:
Volume 1 liter per botol
Kemasan botol plastik
Bahan organik berupa cairan
Mengandung culture mikroba probiotik
Penyimpanan di suhu kamar

Cara pembuatan tepung mocaf:
1. Kupas singkong
2. Cuci singkong
3. Potong-potong singkong menjadi bentuk chips dengan mesin atau manual
4. Rendam dalam air, tambahkan formula Bio-Mocaf
5. Inkubasi selama 2-3 hari
6. Pencucian, dan penirisan
7. Pengeringan dengan mesin atau dijemur matahari
8. Penepungan
9. Pengemasan